Skip to main content
Uang Balik adalah istilah untuk menyebut sebuah media pesugihan berupa uang gaib, dimana uang yang dibelanjakan bisa kembali lagi ke dompet atau kantong. Dengan demikian seseorang bisa menjadi kaya raya karena mendapat keuntungan dari uang kembaliannya. Dan inilah kisah horor 'Misteri Uang Balik'.

Cerita dalam kisah mistis ini adalah nyata dan benar-benar pernah terjadi di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Cerita ini ditulis ulang oleh narasumber agar dapat dipetik hikmahnya. Selamat membaca.

Kejadian mistis ini sudah menjadi sejarah hidupku yang tak bisa terlupakan. Aku yang seorang janda di sebuah desa kecil daerah Boyolali sempat jadi buah bibir. Itu karena hidupku yang kaya mendadak tanpa bekerja. Tapi akhirnya aku sadar, kekayaanku ini meminta tumbal berupa kematian anakku.

Aku hidup seorang diri menanggung dua orang anak. Sebagai seorang ibu, rasanya semakin berat tatkala upahku sebagai buruh jahit sudah tidak mencukupi lagi. Aku sering larut dalam kesedihan dan meratapi nasib dengan cara duduk menyendiri di bawah pohon nangka tak jauh dari rumah pada tengah malam.

Kadang sesekali muncul keinginan untuk bunuh diri, tetapi aku langsung teringat akan dua anakku yang masih duduk di sekolah dasar dan ibuku yang sudah tua renta. Niat itupun akhirnya aku urungkan.

Suatu hari di puncak kesedihanku, seperti biasa di tengah malam itu aku duduk di bawah pohon nangka. Meratapi nasib sambil menangis. Rasanya aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena uangku hanya tinggal 10.000. Sementara hutangku ke tetangga semakin menumpuk. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berhutang.

Disaat itulah dalam kegelapan malam di bawah pohon nangka, aku dikejutkan datangnya seorang bocah kecil. Aku kaget luar biasa, entah dari mana bocah itu tiba-tiba ada di hadapanku. Aku takut saat melihat tubuh bocah itu yang lain dari bocah biasa. Kepalanya besar dengan mata yang bulat dan bibir yang miring ke samping.

"Jangan sedih, mbak. Aku siap membantumu. Asalkan aku boleh hidup di dalam keluargamu. Kamu tidak usah repot-repot bekerja." ucap bocah itu berulang kali.

Keringat dingin langsung keluar, bahkan dadaku terasa sesak. Belum sempat aku menjawab, badanku terasa berat sampai akhirnya aku terjatuh tak sadarkan diri. Kejadian ini tak seorangpun tahu karena sudah larut malam dan suasana sekitar yang gelap gulita.

Beberapa menit kemudian aku tersadar dan langsung berjalan tertatih–tatih masuk ke dalam rumah. Bocah aneh itu sudah hilang entah kemana. Rasanya tubuhku jadi lelah sekali. Segera kurebahkan tubuh di samping anakku yang sedang tidur pulas.

Keesokan paginya aku bangun kesiangan. Aku teringat uangku yang hanya tinggal 10.000 saja. Dengan uang ini aku hanya bisa membeli sebungkus nasi dan lauk pauk. Tak mungkin dipakai untuk membeli beras.

Saat itu juga aku pergi ke warung nasi Mbok Sum, ternyata semua yang kubeli totalnya 6.000. Saat uang kembaliannya aku masukkan ke kantong, aku kaget bukan kepalang. Tanganku menyentuh selembar uang. Setelah kukeluarkan, kulihat selembar uang 10.000 dengan wujud yang persis seperti uang yang telah aku bayarkan. Jadi uangku sekarang menjadi 14.000.

Kejadian aneh ini membuatku merasa tidak percaya dan penasaran. Darimana uang itu berasal? Akhirnya aku coba belanja di pasar. Ternyata, setiap aku bayarkan uang itu bisa kembali lagi ke dalam kantongku. Bahkan kini uangku jadi semakin banyak.

Hari demi hari kulewati, tak terasa sudah beberapa bulan rahasia ini aku simpan. Aku bisa memenuhi kebutuhan anak-anakku mulai dari sepeda sampai mainan. Apapun yang mereka minta bisa kubeli. Kejadian aneh yang mengubah hidupku ini tak ayal menjadi omongan para tetangga. Tapi semua aku biarkan dan kuanggap angin lalu.

Namun saat menjelang hampir satu tahun, mendadak anakku yang paling kecil sering sakit-sakitan. Bahkan yang lebih aneh, setiap malam anakku meronta ketakutan dan berteriak histeris. "Ibu jahat! Ibu jahat! Ibu mau membunuhku!"

Tentu saja aku kebingungan dan tak mengerti. Setiap tengah malam anakku takut saat melihatku yang katanya mau mencekik lehernya. Aku pun berinisiatif membawanya ke dokter, tapi hasilnya nihil.

Akhirnya atas beberapa saran dari teman, aku konsultasi ke seorang kyai. Dari penuturan sang Kyai, aku disarankan mencari pekerjaan yang halal. Aku dianggap sudah bekerja sama dengan makhluk gaib yang berwujud bocah aneh pada malam itu.

Bocah kecil itu menetap dalam tubuhku dan menghendaki nyawa anakku sebagai ganti dari semua uang yang kudapat. Dan yang lebih buruk, anakku harus mati melalui ibunya sendiri yakni dengan tanganku sendiri.

Mendengar keterangan Kyai itu badanku langsung lemas. Dari dalam lubuk hati, aku tidak ingin menjadi kaya jika harus dengan mengorbankan anakku. Aku disuruh kembali kepada Tuhan dengan rajin melakukan shalat.

Sedangkan untuk mengusir bocah aneh itu, aku harus kembali menyendiri di pohon nangka dan meratapi lagi. Malam itu juga sepulang dari rumah pak Kyai, aku duduk menyendiri di bawah pohon nangka. Dalam kegelapan malam, aku terus menangis meratapi nasib anakku dan meminta bocah aneh itu segera pergi dari tubuhku ini. Dan kejadian aneh itupun terulang lagi.

Dadaku terasa sesak sampai ke leher, lalu tiba-tiba sosok bocah itu keluar dari tubuhku dengan meloncat. Dia langsung pergi dan menghilang begitu saja di balik pohon nangka. Meski badan jadi terasa lelah sekali, aku sangat bersyukur karena bocah aneh itu kini telah pergi.

Aku segera menengok anakku yang sedang tertidur pulas di dalam kamar. Esok hari anakku terbangun dengan tersenyum seakan tidak ada yang terjadi sebelumnya dan semua yang kualami hanya mimpi.

Seiring waktu, uang tabunganku pun akhirnya habis. Keajadian-kejadian aneh seperti uang yang bisa kembali lagi ke kantong sudah tidak terulang lagi. Uang yang kubelanjakan langsung habis tak bersisa.

Namun aku malah merasa tenang dan bahagia. Meskipun aku harus mengulangi hidup yang serba kekurangan dari awal, setidaknya nyawa anakku tidak terancam. Terima kasih, Tuhan.

Demikianlah cerita horor 'Misteri Uang Balik' yang sangat menyeramkan ini. Apakah uang balik itu benar-benar nyata adanya? Ya! Media tersebut bisa merupakan perwujudan uang gaib atau uang biasa yang telah terisi khodam dari pesugihan.

Baik uang gaib maupun uang berkhodam, keduanya termasuk ke dalam jenis pesugihan dimana akan ada 'tumbal' untuk setiap kekayaan yang diperoleh. Itulah sebabnya kami selalu mewanti-wanti pembaca untuk jangan pernah mengikat janji dengan iblis karena pasti akan menyesal kemudian. Wallahu 'alam.

Baca Juga Artikel :