Mengenal Kayu Kokka atau Kaukah Asli

Mengenal Kayu Kokka atau Kaukah Asli
Mengenal Kayu Kokka atau Kaukah Asli – Pada kesempatan kali ini team Pesona Gaib akan mengupas secara lengkap mengenai kayu yang banyak dicari orang khususnya para muslim yakni Kayu Kokka atau Kayu Kaukah.

Kayu Kokka sering dijadikan sebagai bahan pembuatan tasbih kokka, cincin kokka, gelang kokka, liontin kokka, gantungan kunci kokka, bahkan cangkir kokka. Aksesoris dari Kayu Kokka banyak dijual sebagai buah tangan atau oleh-oleh di tempat penjualan pernak-pernik haji dan toko kitab.

Aneka Gelang dan Cincin Kayu Kokka

Kayu Kokka adalah jenis kayu yang keras, berwarna coklat hingga kehitaman, dan berminyak. Jika dipegang atau dikenai cahaya maka permukaan kayunya akan tampak indah dan mengkilap.

Kayu Kokka dipercaya sebagai bahan pembuatan kapal Nabi Nuh AS, atau bahan tongkat Nabi Musa AS. Beberapa literatur bahkan menyebut kayu Kaukah ini juga dijadikan sebagai gagang kayu pada pedang yang dipakai baginda Rasulullah SAW.

Seiring dengan berita yang banyak beredar, Kayu Kokka konon punya banyak manfaat. Manfaat Kayu Kokka diantaranya sanggup menetralkan bisa ular, mengobati keracunan, hingga mengusir makhluk halus.

Di internet bahkan kita jumpai artikel bahwa Buah Kokka tergolong langka karena pohonnya berbuah setiap 30 tahun sekali. Pohon Kokka bahkan katanya tidak boleh ditebang karena disukai oleh Nabi Nuh AS.

Buah kokka atau buah kaukah

Di pasaran kita tidak pernah melihat kayu kokka dalam bentuk batangan atau gelondongan. Padahal Kayu Kokka banyak disebutkan sebagai bahan pembuatan kapal. Semua jenis pernak-pernik berbahan Kayu Kokka selalu berukuran kecil. Lalu Kayu Kokka sebenarnya kayu apa?

Kami mencoba menelisik berbagai sumber yang dianggap valid, terutama dari luar negeri. Ini sesuai dengan asumsi banyak orang bahwa Kayu Kokka tidak tumbuh di Indonesia, tapi diyakini tumbuh di negara-negara Timur Tengah dan Afrika.

Kami menjumpai 2 pendapat tentang asal muasal pohon Kokka yang kayunya banyak dipakai sebagai bahan kerajinan dan aksesoris ini. Ada yang menganggap Kayu Kokka sebenarnya berasal dari Pohon Baobab. Dan ada juga yang menyebut Kayu Kokka sebagai akal-akalan para penjual karena sebenarnya berasal dari buah semacam pohon palm/palma.

Manakah yang benar dari 2 kemungkinan di atas? Mari kita coba pelajari satu per satu.

POHON BAOBAB

Di Afrika dan Australia tumbuh pohon besar yang disebut sebagai pohon Baobab. Pohon dengan nama latin Adansonia digitata ini bisa tumbuh hingga mencapai tinggi lebih dari 50 meter dan diameter batang sampai 20 meter.

Gambar Pohon Baobab Afrika Asli

Memang pohon yang sangat besar. Dan jika kita kaitkan dengan pemberitaan bahwa kapal Nabi Nuh AS dibuat dari pohon Baobab maka kami cukup percaya. Kapal Nabi Nuh AS yang sangat besar tentu membutuhkan kayu dalam jumlah besar. Hal ini tentu sesuai dan masuk akal jika melihat ukuran pohon Baobab yang begitu besar.

Jika anda mencari di internet seputar Kayu Baobab atau kerajinan dengan Kayu Baobab, anda akan mendapati hasil yang cukup mencengangkan. Istilah Kayu Kokka atau Kaukah bahkan tidak dikenal di Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara jazirah Arab lainnya.

Dari info yang kami peroleh, Kayu Baobab banyak digunakan sebagai bahan kerajinan dan pembuatan mebel di Afrika. Kayunya keras, mengkilat, dengan tekstur kayu yang halus.

Memang jika kita membaca deskripsi Kayu Baobab di internet, Kayu Baobab ini mirip dengan Kayu Kokka. Begitupun jika anda melihat foto-foto hasil kerajinan dari pohon Baobab, cukup mirip meskipun warna kayu tampak lebih terang.

Sampai akhirnya kami menemukan satu hal yang ganjil dan menjadi kunci atau petunjuk penting mengenai Kayu Kokka ini.

Buah dari pohon Baobab tampak sangat berbeda dengan “Buah Kokka” yang juga dijual di toko Arab atau toko perlengkapan haji. Silahkan simak perbedaan buah Baobab dan buah Kokka berikut ini :

Buah Kokka AsliGambar Buah Kokka

 

Buah Baobab AsliGambar Buah Baobab

Tampak bahwa Buah Baobab hanya bagian luarnya saja yang tampak keras. Dalamnya seperti delima atau buah pohon kapuk yang berongga. Hal ini berbeda dengan Buah Kokka yang dalamnya padat nyaris tanpa rongga udara.

Penelitian menunjukkan bahwa buah pohon Baobab kaya akan kandungan vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Penduduk Afrika biasa mengkonsumsi buah Baobab dengan cara dimakan langsung atau dikeringkan dan dicampur sebagai sereal. Rasanya konon seperti perpaduan antara rasa buah anggur, apel pir, dan vanila.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan “Buah Kokka” yang kita kenal dimana ukurannya kecil dan sangat keras sekali. Tidak mungkin bisa dimakan meski dimasak dengan cara apapun.

Dari penjelasan di atas dan melihat pohon Baobab, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Kayu Kokka BUKAN berasal dari pohon Baobab di Afrika sana. Lalu sebenarnya kayu apa Kokka itu?

Kami fokus pada bentuk dari Buah Kokka. Pohon apa kira-kira yang memiliki buah seperti itu. Dan kami sepakat untuk membenarkan pendapat kedua. Buah Kokka berasal dari pohon sejenis palma dengan nama latin Attalea funifera.

POHON PALMA

 

Pohon Palma Attalea funifera

Kami menjumpai penjelasan mengenai kebenaran Buah Kokka ini dari sahabat di Selangor Darul Ehsan Malaysia yakni Tuah Mohd Mokhlis bin Mukhyi. Dalam penjelasannya beliau menyebutkan bahwa Kayu Kokka adalah akal-akalan atau strategi penjualan dari pedagang nakal saja.

Yang disebut sebagai Kayu Kokka sebenarnya adalah bagian buah dari pohon palma yang sudah tua. Pohon palma ini tumbuh di wilayah Amerika Latin seperti Brazil, Kolombia, dan Argentina. Bukan di jazirah Arab seperti yang kita kenal.

Buah Pohon Palm Attalea funifera

Pohonnya banyak ditanam dalam skala industri karena buahnya dapat menghasilkan minyak atsiri sebagai bahan campuran makanan, bahan kosmetik, minyak rambut, sabun, obat-obatan, dan lain sebagainya. Pohon palma Attalea funifera tumbuh di lingkungan tropis, dalam arti lain bisa tumbuh dengan normal di Indonesia.

Batangnya dipakai untuk bahan pembuatan filter atau saringan air, campuran pakan ternak, dan pelapis atap rumah tradisional. Buahnya juga biasa diekspor ke Arab Saudi, Mesir, Turki, Iran, dan India sebagai bahan kerajinan karena tempurungnya sangat keras tapi halus.

Bentuk “Pohon Kokka” sendiri seperti kelapa sawit dengan pelepah daun yang panjang, berbunga mayang, batang berserabut, berair, dan berakar tunjang. Pohon palma ini mulai berbuah saat berusia 5 hingga 10 tahun dengan jumlah panen setiap tahun mencapai 150 hingga 350 buah.

Kayu pohon palma ini sudah tentu tidak bisa dijadikan sekedar bahan tongkat, apalagi sebagai bahan untuk membuat bahtera Nabi Nuh AS. Bagaimana mungkin batang kayu yang rapuh, lembek, bergetah, dan tenggelam dalam air jadi kayu bahan perahu?

KESIMPULAN MENGENAI KAYU KOKKA

Setelah melihat bukti-bukti dan fakta yang begitu jelas, diperoleh kesimpulan bahwasanya klaim yang menyebut Kayu Kokka adalah kayu yang dipakai untuk membuat bahtera Nabi Nuh AS adalah bualan belaka.

Kayu Kokka asli tidak diperoleh dari batang sebuah pohon, tapi dari kulit buah sejenis palma. Itulah sebabnya mengapa kita tidak bisa menemukan kerajinan Kokka berukuran besar dari kayu utuh seperti piring, mangkok, bahkan mebel furnitur.

Khasiat yang ada dalam Kayu Kokka adalah khasiat atau manfaat yang sama seperti yang telah diteliti untuk tujuan industri. Demikian semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan pandangan baru kepada anda. Salam Rahayu.