Skip to main content

ikuti kami di

Cerita horor kali ini terinspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh Bu Evi (nama sebenarnya) setelah melahirkan anak bungsunya. Dimana setelah melahirkan ia diganggu oleh makhluk halus berwujud sesosok perempuan dengan wajah menyeramkan.

Kisah ini diceritakan oleh akun Twitter @arditha22 dan kami tulis ulang dengan melakukan sedikit perubahan tanpa mengubah alur atau jalan cerita. Selamat membaca.

Ini pengalaman nyata Bu Evi sewaktu hamil tua anak bungsunya. Anaknya ada 4, yang bungsu sekarang sudah kelas 1 SD. Jadi waktu itu usia kandungan Bu Evi sudah masuk minggu-minggu persalinan. Selama 9 bulan terakhir kehamilannya nggak pernah ada keluhan.

Tapi entah kenapa, pas cek ap terakhir ke salah satu RS di Cibinong, tanda-tanda aneh mulai kerasa. Selesai diperiksa sama bidan di sana, sepanjang perjalanan pulang ke rumah Bu Evi mengeluh kedinginan terus sama suaminya.

Suaminya mengira AC mobil terlalu dingin, akhirnya dikecilin. Tapi Bu Evi masih juga mengeluh kedinginan. Sampai di rumah bukannya mendingan malah semakin parah. Semua selimut yang ada di rumah dikeluarkan dan dipakai, tapi tetap saja kedinginan.

Kebetulan Bu Evi punya pembantu yang jagain anaknya yang lain. Sebut saja namanya bi Donna. Sama si bibi, Bu Evi terus diselimutin sambil dibaca-bacakan doa.

"Bu baca Al Fatihah ya bu," kata bi Donna.

Bu Evi yang lagi menggigil kedingingan cuma bisa komat-kamit "a u, a u, a u..." nggak jelas. Jangankan surat Al Fatihah, disuruh baca surat Al Ikhlas atau An Naas saja dari mulut Bu Evi sudah nggak ada suara yang keluar.

Akhirnya si bibi mengambil inisiatif. Berhubung dia hafal surat Yasin, dia baca surat itu untuk Bu Evi. Singkat cerita, surat yasin itu rupanya berhasil meredakan rasa dingin Bu Evi. Malah lama-lama dia bisa lebih tenang dan akhirnya tertidur pulas.

Tapi saat si bibi pergi, Bu Evi terbangun dan kembali menggigil kedinginan seperti tadi. Selain kedinginan, Bu Evi tiba-tiba jadi histeris sendiri. Dia berteriak-teriak nggak karuan memanggil-manggil suaminya.

"Pah, ini nggak ada denyut nadinya. Ini pasti meninggal nih. Pasti!" teriak Bu Evi histeris sambil memegangi perutnya.

Sang suami yang kebingungan nggak bisa berbuat apa-apa selain membawa istrinya kembali ke rumah sakit yang mereka datangi sore tadi. Sama dokter UGD, Bu Evi diyakinkan kalo bayinya masih hidup.

"Bu, ibu liat sendiri ya? Bayi ibu sehat-sehat saja. Denyut jantungnya kuat."

Bu Evi yang semakin pucat dan histeris akhirnya disarankan oleh dokter untuk opname saja dan langsung diinfus saat itu juga.

Selama di rumah sakit, suaminya nggak berhenti membacakan surat-surat pendek untuk menenangkan istrinya yang ketakutan. Setelah dirawat selama dua hari, akhirnya Bu Evi merasakan tanda-tanda mau melahirkan.

Proses melahirkannya sendiri berjalan lancar. Bayinya sehat, ibunya selamat. Nggak ada keluhan. Tapi entah kenapa begitu pulang ke rumah, Bu Evi mulai mengalami kejadian aneh-aneh lagi.

Di rumah, anak-anak yang masih kecil mendadak nggak mau dekat-dekat ibunya. "Aku nggak mau sama mamah!" kata mereka.

Begitu pun sewaktu teman-teman Bu Evi menjenguk, mereka berkomentar "Vi, abis ngelahirin kok keliatan serem ya?"

Tentu saja Bu Evi kesal. Ini orang kok nggak ada tedeng aling-aling menyebut orang seenaknya. Tapi kekesalannya berubah ketika untuk pertama kalinya dia berkaca dan menemukan sesuatu yang janggal di wajahnya.

Wajah yang dia lihat di cermin itu bukan wajahnya yang seperti biasa. Wajah di cermin itu lebih suram, lebih pucat, dan ada lingkaran hitam di sekitar matanya. Itu membuat wajahnya jadi tampak menyeramkan.

Sejak itu Bu Evi semakin was-was. Dia sadar ada yang mulai nggak beres pada dirinya. Dia ingat seminggu sebelumnya memang setiap malem selalu terbangun pukul dua dini hari. Dan setiap malam itu juga dia mengalami kejadian yang membuat bulu kuduknya merinding.

Malem pertama sewaktu terbangun, dia mendengar suara kepakan sayap dari jendela di luar rumahnya. Ribut banget. Dia langsung membangunkan suaminya. "Pah, denger nggak?"

Suaminya yang masih setengah sadar bilang, "Nggak, nggak denger apa-apa."

Malam kedua lebih aneh lagi, saat terbangun dia mencium bau yang sangat busuk di dalam kamarnya. Dari situ dia sudah merasa cemas. "Ini pasti ada apa-apanya! Pasti." batinnya.

Pada malam-malam berikutnya, kejadian demi kejadian semakin menambah daftar kejadian seram yang dia alami pasca melahirkan.

Dan pada malam ke 7, antara merasa sadar dan bermimpi, Bu Evi merasa didatangi oleh sosok seorang perempuan yang wajahnya nggak terlihat jelas. Perempuan itu berkali-kali mengajak Bu Evi pergi. "Ayo pergi! Ayo pergi!" Bu Evi menolak.

Perempuan misterius itu bukannya melepaskan Bu Evi malah semakin menjadi. Dia berkali-kali memaksa Bu Evi untuk ikut dia. Saking kencangnya Bu Evi menolak ajakan itu sambil berteriak, suaminya yang tidur disampingnya jadi terbangun.

Sadar kalau kejadian tadi bukan sekedar mimpi biasa, Bu Evi langsung mengadu, "Pah, orang itu datang lagi! Mamah mau diajak pergi."

"Orang apaan?" tanya suaminya bingung.

"Orang yang suka ganggu-ganggu!" Bu Evi ketakutan.

"Ganggu-ganggu apaan?" Suaminya tambah bingung.

Bu Evi terdiam. Gangguan ini menurutnya sudah keterlaluan. Pasti ada yang ngga beres ini!

Puncaknya, keesokan malamnya Bu Evi merasa sakit perut yang luar biasa. Rasanya persis seperti mau melahirkan lagi. Bu Evi mengeluh ke suaminya, "Perut mamah sakit banget" Suaminya langsung tanggap, "Ayo ke rumah sakit sekarang!"

Karena nggak kuat bangun, Bu Evi yang terkapar di kasur meminta bantuan suaminya untuk bangun. Rasa sakit di perutnya sudah begitu menyakitkan. Dan sewaktu dia mengulurkan tangan dan suaminya hendak menarik tangannya, tiba-tiba saja pandangan Bu Evi berubah gelap dan ia tak sadarkan diri.

Saat pingsan itulah rupanya Bu Evi mengalami pendarahan hebat, darah yang keluar begitu banyak sampai membentuk genangan di lantai. Suami dan bi Donna sekuat tenaga berusaha menyadarkan Bu Evi lagi. Semua ayat-atay Al Qur'an dibacakan.

Untunglah Bu Evi segera sadar, tapi wajahnya tampak kelelahan. Sangat pucat. Nah, saat tersadarkam itulah Bu Evi mengalami hal yang nggak akan pernah dia lupakan.

Di tengah-tengah genangan darah di lantai, dia melihat sesosok perempuan yang ada di mimpinya malam itu. Hanya saja kali ini tampak sangat jelas. Wajah perempuan itu menunjukkan amarah dan dia memandang Bu Evi dengan tatapan penuh kemurkaan.

Rambutnya panjang, berbaju putih, dengan mata yang berwarna merah. Lingkaran hitam di sekeliling matanya semakin menambah seram wajahnya. Perempuan itu duduk di tengah-tengah genangan darah sambil terus memandangi Bu Evi.

"Pah, dia dateng lagi pah!" Bu Evi histeris.

Bu Evi menangis ketakutan, bi Donna yang sadar dengan keganjilan ini langsung membaca ayat Kursi. Suaminya mengeluarkan mobil dan hendak bersiap-siap ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Bu Evi masuk UGD. Dia dirawat sampai lebih dari satu minggu.  Anehnya, selama di rumah sakit Bu Evi justru jadi lebih tenang. Gangguan-gangguan sudah nggak muncul. Bahkan, Bu Evi bisa merasakan yang namanya tidur nyenyak.

Menjelang kepulangannya kembali ke rumah, Bu Evi mulai tegang lagi. Dia sadar, siapapun perempuan itu pasti msih ada di sana. Suaminya yang mengetahui hal itu mencoba mendatangkan seorang ustadz ke rumahnya untuk mencari solusi.

Saat sang ustadz yang datang langsung mencari tahu situasinya. Dari apa yang berhasil dilihat, rupanya sosok perempuan itu adalah makhluk halus yang berasal dari luar rumah Bu Evi.

Beberapa minggu sebelum Bu Evi melahirkan, rumah Bu Evi sedang dalam proses renovasi. Sosok perempuan itu ternyata masuk dan tinggal di lantai dua rumahnya. Kebetulan lantai dua ini memang jarang dipakai. Jadi tidak heran kalau dijadikan 'sarang' makhluk halus.

Ustadz itu langsung mengusir sosok perempuan yang jadi biang masalah itu. Kemudian selama 3 hari berturut-turut diadakanlah pengajian kecil-kecilan di rumah itu.

Kini Bu Evi bisa kembali ke rumahdan nggak pernah mendapat gangguan lagi sampai sekarang. Yang belum terungkap sampai sekarang adalah kenapa makhluk itu kelihatan begitu marah kepada Bu Evi. Selesai.

Demikianlah Cerita Horor Setelah Melahirkan yang cukup pendek tapi menyeramkan ini. Tentu saja karena ini adalah salah satu kisah horor nyata paling seram.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah misteri kali ini adalah kita harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dalam kondisi apapun. Makhluk halus akan sulit mendekati orang-orang beriman yang senantiasa dekat dengan sang pencipta. Salam Rahayu.

Baca Juga Artikel :